Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) memiliki laboratorium berwujud kandang closed house modern layer untuk ayam petelur. Kandang yang terletak 50 meter dari laboratorium lapang Sumber Sekar, Dau, Kabupaten Malang itu merupakan hibah dari perusahaan unggas terbesar di Indonesia, PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI).
Saat ini kandang tersebut dihuni oleh 5000 ekor ayam umur 18 minggu yang siap berproduksi. Indukan pertama yang diberi nama Hylena berhasil bertelur, Sabtu (7/11/2020) dengan berat telur 45 gram. Hylena berasal dari jenis (strain) Hy-Line dengan bobot badan 1.71 kg.
Ayam strain Hyline adalah salah satu jenis ayam petelur yang biasa digunakan oleh peternak, diciptakan di Amerika tahun 1972. Kelebihannya memiliki kemampuan daya hidup pada masa pertumbuhan 98% dan masa bertelur 97%, dengan presentase puncak produksi mencapai 95-96%.
“Ini (produksi telur pertama) adalah momentum berharga bagi Fapet UB sebab kami menaruh harapan besar agar bisa menular ke indukan lainnya untuk berproduksi (bertelur) juga.” ujar Prof. Suyadi selaku Dekan
Laboratorium kandang closed house dilengkapi dengan peralatan canggih yang menyerupai industri besar. Kedepannya akan dimanfaatkan sebagai tempat praktek mahasiswa untuk menyelami manajemen produksi dan manajemen agribisnis atau entrepreneurship.
Serta kegiatan magang namun hanya untuk lima mahasiswa dengan periode pelaksanaan satu bulan. Selain itu juga dapat digunakan untuk penelitian Dosen dan mahasiswa Program pascasarjana agar meningkatkan publikasi jurnal sehingga meningkatkan reputasi Fakultas.
“Harapan kami outcome yang dihasilkan menambah wawasan tentang ayam petelur dan mampu menghitung kebutuhan input, komponen usaha, dan hasil input. Serta menumbuhkan wirausahawan muda dan memiliki berjiwa bisnis.” pungkas Suyadi (dta)